Selasa, 26 Juni 2012

pungsi - pungsi PHP


Fungsi merupakan alat bantu pemrograman yang memberikan kemudahan dalam melakukan suatu tugas tertentu. Isi dari sebuah fungsi sebenarnya adalah rangkaian dari perintah-perintah pemrograman, entah panjang atau pendek, yang dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadi 1 perintah saja. Ada begitu banyak fungsi yang disediakan oleh PHP. Selain itu PHP juga menyediakan fitur untuk membuat fungsi sendiri (seringkali disebut dengan UDF atau User Defined Function). Fungsi-fungsi yang spesifik untuk kasus tertentu mungkin tidak akan dibahas atau mungkin juga akan dibahas dalam artikel lain yang berisi tentang kasus spesifik tadi.
Kita akan mulai bahasan kita dari fungsi tanggal dan waktu. Fungsi tanggal dan waktu – sesuai dengan namanya – digunakan untuk pengolahan tanggal dan waktu. Beberapa fungsi yang akan dibahas adalah fungsi checkdate(), fungsi date(), dan fungsi getdate().
Fungsi checkdate()
Fungsi checkdate() digunakan untuk memeriksa keabsahan suatu bentuk tanggal gregorian, atau bentuk tanggal internasional yang kita anut sekarang. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
checkdate(bulan, hari, tahun)
Bulan adalah angka integer 1 sampai dengan 12 yang mewakili bulan Januari sampai dengan Desember.
Hari adalah angka integer yang menunjukkan hari dalam 1 bulan. Angka yang valid adalah 1 hingga 30 atau 31 (untuk bulan Februari 1 hingga 28 atau 29).
Tahun adalah angka integer yang menunjukkan tahun. Angka yang valid adalah 1 hingga 32767. Contoh penggunaannya dalam skrip PHP adalah sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Fungsi CheckDate </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Apakah tanggal 27 Februari 1982 valid? <br />
<?php
$tes_tanggal = checkdate(2,27,1982);
if ($tes_tanggal==true) {
echo “Ya, tanggal tersebut valid”;
} else {
echo “Tidak, tanggal tersebut tidak valid”;
}
?>
<br />
<br />
Apakah tanggal 13 Juni 1982 valid? <br />
<?php
$tes_tanggal = checkdate(6,13,1982);
if ($tes_tanggal==true) {
echo “Ya, tanggal tersebut valid”;
} else {
echo “Tidak, tanggal tersebut tidak valid”;
}
?>
</BODY>
</HTML>

Instalasi PHP


Untuk menjalankan PHP anda perlu Web Server seperti Apache, PHP Interpreter, MySQL sebagai database. Saat ini ada banyak paket PHP+Apache+MySQL yang memudahkan anda untuk instal PHP dengan mudah. Silahkan Download di salah satu situs-situs berikut, kemudian ikuti petunjuk instalasi masing-masing paket.
Kode PHP di jalankan di browser, terlebih dahulu harus dijalankan Apache Web Server, kemudian di browser dijalankan di localhost.
Misal kita buat file php, yaitu : tes.php, yang disimpan di document root  atau folder www maka di browser kita ketik url di alamatnya adalah : http://localhost/tes.php

Insert database mysql dengan PHP


Berhubung karena saya membaca pertanyaan disalah satu forum tentang menghubungkan database Mysql dengan PHP, akhirnya saya tertarik membuat postingan tentang ini. Untuk database yang kita gunakan pada contoh ini adalah database yang sudah kita buat pada postinga ini Membuat database dan table pada mysql untuk PHP. Nah, karena database kita sudah ada, maka kita langsung aja membuat coding yang dibutuhkan.

Sekedar informasi, untuk menjalankan PHP dan Mysql pada browser, maka perlu anda pastikan bahwa XAMPP sudah terinstal dan sudah jalan pada browser anda. Apabila XAMPP sudah jalan sebagaimana mestinya maka silakan anda lanjut pada codingnya.
Pada contoh kali ini, maka kita akan mencoba meng-insert data pada database yang sudah kita buat. Nah untuk mengingatkan anda, maka nama database kita sebelumnya adalah "db_testing" dan nama table nya adalah "tbl_user" dengan 2 field didalamnya yaitu "nama" dan "passwors".